Makanan Kesukaan Para Atlet Asian Games 2018

Selama Pergelaran Asian games 2018 berlangsung, di wisma Atlet menyediakan fasilitas makan untuk para atlet, fasilitas tersebut tersedia di dining hall.

Yooky Tjahrial selaku Vice Director Catering mengatakan dalam sehari terdapat tiga kali waktu makan, breakfast, Lucnh, dan juga Dinner, berhubung dapur kita di Dining Hall jadi jika mempersiapkan semuanya disana.

“Staff dapur menyiapkan berbagai macam hidangan untuk para atlet, mulai dari makanan khas indonesia, Timur tengah, Barat, Asia Tengah maupun Asia Tenggara, selain makanan utama juga tersedia salad, buah-buah segar, roti, dan juga food carving. Banyak makanan yang disediakan namun ada makanan yang paling banyak diincar para atlet”. ujar Yooky

Yooky mengatakan kalau rata-rata atlet sangat suka dengan pasta dan daging, namun dari berbagai macam makanan yang tersedia, hampir semuanya di coba oleh para atlet. Selain Pasta dan juga daging para atlet ternyata gemar dengan menu makanan indonesia.

Setiap hari tim dapur harus memikirkan dan menyediakan variasi menu makanan yang berbeda, makanan yang di sediakan bukan hanya di perhatikan rasanya saja, namun tim dapur juga harus memikirkan kebutuhan nutrisi untuk para atlet. Jadi tidak heran di setiap papan makanan terdapat tulisan jumlah kandungan nutrisi makanan.

Dining Hall wisma atlet menyediakan makanan dan minuman selama 20 jam sehari tanpa berhenti untuk para atlet, di mulai dari jam 05.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Atlet Muda Jepang Menjadi Tersukses di Asian Games 2018

Keberhasilan grup jepang dalam asian games 2018 berduduk di posisi kedua dalam perolehan medali, tidak lepas dengan atlet muda jepang Rikako Ikee.

Rikako Ikee merupakan atlet muda jepang yang sekarang baru berusia 18 tahun dan mewakili jepang di cabang olahraga renang, Ia berhasil menyumbangkan sebanyak enam medali emas dan juga dua medali perak, keberhasilan ini membuat ia merupakan atlet yang meraih medali terbanyak di asian games 2018.

Nama Rikako juga manjadi sejarah sebagai atlet putri pertama dan juga perenang pertama dari jepang yang mampu menghasilkan enam medali emas sekaligus di satu edisi Asian Games. Hal ini bisa terjadi karena cabang olahraga renang menyediakan banyak medali yang dapat di perebutkan selain atletik. Terlebih lagi dua cabang olahraga ini memungkinkan seorang atlet dapat mengikuti lebih dari satu perlombaan.

Atlet Muda jepang ini memang sudah mempunyai spesialis di cabang olahraga renang yaitu renang gaya bebas dan juga kupu-kupu, keduanya tersebut di borong habis olehnya dengan perolehan empet medali emas.

Rikako yang sekarang baru berusia 18 tahun tentunya merupakan suatu keuntungan jepang pada masa yang akan datang karena atlet muda ini masih bisa berkembang lagi.

Atlet muda 18 tahun ini di pastikan akan menjadi kekuatan jepang di tahun 2020 saat Tokyo yang akan menjadi tuan rumah Oliampiade. Jika Rikako terus tampil konsisten ini

Jonatan Christie Mengalahkan Pemain Di Peringkat Atasnya

Pelatih ganda putra bulu tangkis indonesia, Hendry Saputra berpendapat kalau Jonatan
Christie sekarang sudah naik level dari sebelumnya setelah ia berhasil meraih medali emas
pada asian games 2018.

Menurut pelatih ganda putra indonesia, permainan Jonatan kini sudah seimbang dengan
pemain elite dunia.

Hendry mengatakan kalau peringkat Jonatan kini sudah berada di posisi 15, dan ia yakin
kalau pemain yang berperingkat di atasnya dapat di handlenya. namun pemain yang
berperingkat di bawahnya juga tidak dapat di anggap remeh dan harus di waspadai, karena
di performa setiap pemain akan terus meningkat.

Jonatan pantas di acungi jempol karena prestasinya, ia berhasil mengalahkan pemain dari
china, Shi Yuqi, dari jepang, Kenta Nishimoto, dan juga dari Taiwan, Tienchen, meraka adalah
pebulu tangkis tunggal yang dengan peringkat 10 besar di dunia yang berhasil di kalahkan
jonatan di asian games 2018.

Setelah asian games ini, Jonatan dengan usia 20 yang masih sangat muda siap untuk tampil
di China, Korea, dan Jepang Open tahun 2018.

Namun saat ini, Jonatan dan juga atlet lainnya masih fokus pemulihan karena energy dan
juga fisik yang terkuras pada asian games 2018.

“Mereka bertanding hingga delapan kali selama asian games, hal ini sebelumnya tidak
pernah di lakukan oleh Jonatan dan juga Anthony, tournamen World Tour saja dari awal
hingga final pertandingan hanya berjumlah lima pertandingan, di asian games ini mereka
sudah bermain lebih tiga kali”. ujar Hendry.

Atlet Pertama Indonesia Yang Meraih 3 Medali Asian Games 2018

Rika Wijayanti merupakan salah satu atlet indonesia yang mengikuti kompetisi di asian games 2018, ia menjadi atlet yang satu-satunya yang meraih tiga medali di asian games 2018.

Medali yang di raih oleh Rika Wijayanti berupa satu medali perak hasil dari kompetisi akurasi beregu putri, dua medali perunggu yang dapat dari kompetisi akurasi tunggal putri dan juga lintas alam beregu puti.

Rika Wijayanti gagal meraih medali emas karena kalah dari thailand di kompetisi akurasi tunggal dan beregu, dan juga kalah dari korea selatan di kompetisi lintas alam beregu.

Di asian games 2018 ini terdapat cabang paralayang yang baru pertama di perlombakan, indonesia menurunkan delapan atlet dan tampil sangat baik serta berhasil meraih medali di setiap nomor yang ada.

Cabang paralayang dalam asian games 2018 ini mengadakan enam nomor yang di bagi menjadi tiga untuk putra dan tida untuk putri. Pada kompetisi tersebut indonesia berhasil meraih total enam medali.

Dua medali emas tersebut di raih oleh atlet Jafro Megawanto di kompetisi Akurasi tunggal putra dan juga tim yang turun Di kompetisi beregu putra.

Perolehan enam medali tersebut tentunya menjadi berita yang sangat baik mengingat tarrget yang di berikan oleh Kementerian pemuda dan olah raga indonesia, setelah Asian games 2018 berakhir, tim paralayang berencana untuk melanjutkan program pelatnas hingga akhir tahun.

Evaluasi Bulu Tangkis Asian Games 2018

Susy Susanti merupakan mantan pebulu tangkis indonesia yang kini sudah menjabat sebagai
kepala bidang pembinaan dan prestasi memberikan evaluasi tentang penampilan pebulu
tangkis indonesia yang ikut bertanding dalam kategori perorangan di asian games 2018.

Kendati di bulu tangkis tunggal putri hingga kini belum mampu untuk menyumbangkan
medali emas untuk indonesia, namun Susy susanti tetap memberikan apresiasi kepada
pebulu tangkis tunggal puti terutama Gregoria Mariska Tanjung yang sudah menunjukan
peningkatan perforamnya.

“Di semua sektor cabang olahraga cukup baik, mereka dapat memberikan performa
terbaiknya dalam pertandingan, meskipun Gregoria di lihat dari prestasinya belum bisa
menyumbangkan medali, namun ida dapat mengalahkan pemain unggulan”. ucap Susy
susanti.

Susy sendiri mengaku terkejut dengan perolehan medali emas yang raih oleh jonatan christie,
tunggal putra bulu tangkis sebenarnya tidk mempunyai target untuk meraih medali emas,
namu jonatan malah mampu mempersembahkan medali emas untuk indonesia.

“Untuk tunggal putra bulu tangkis sebetulnya belum ada target untuk menjadi juara, justru
mereka yang meraihnya, yang menjadi target juara sebetulnya adalah ganda putra dan juga
ganda campuran”. ujar Susy.

malahan target ganda campuran yang meleset, yang sebelumnya sudah di targetkan untuk
menjadi peraih medali emas di asian games 2018.

Berkat medali tambahan hasil perolehan cabang olah raga bulu tangkis, posisi indonesia kini
menjadi peraih medali nomor empat terbanyak di kalsemen sementara perolehan medali.

Jonatan menilai Nama Bulu tangkis Indonesia Kian terangkat

Asian Games 2018 ini berhsil menculik perhatian banyak masyarakat, masyarakat
sangat antusias terhadap asian games 2018, khususnya yang di jakarta, bisa di bilang
cukup tinggi dan hal ini dapat di rasakan oleh Jonatan Christie sebagai pebulu
tangkis tunggal putra indonesia.

Jonatan baru saja berhasil meraih medali emas tunggal putra pada Asian Games
2018. Asian Games 2018 benar-benar sangat berbeda di bandingkan dengan Ajang
Single event Indonesia open atau indonesia masters.

Jonatan merasakan dukungan masyarakat terhadap olah raga bulu tungkis ini sangat
lag tinggi, ia sendiri mengakui kalau dukungan masyarakat tersebut menjadi
penyemangatnya dalam bertanding.

“Banyak masyarakat yang dulu nya jarang menonton bulu tangkis, namun sekarang
jadi tertarik dengan bulu tangkis karena Asian Games, saya berpikir ini lumayan
menguntungkan, karena mereka yang baru saja menonton menjadi lebih tahu
tentang bulu tangkis itu seperti apa”. ucap Jonatan.

Olahraga Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang menyedot penonton
paling banyak, masyarakat rela untuk mengantri berjam-jam hanya demi
mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan bulu tangkis. Kursi penonton di
Istora Senayan selalu penuh setiap ada pertandingan bulu tangkis yang melibatkan
pebulu tangkis indonesia di dalamnya.

“Penonton di Indonesia memang sangat luar biasa berbeda dengan di negara lain
karena suaranya sangat berisik dan terkadang instruksi pelatih juga tidak terdengar,
tapi saya bersyukur karena membuat saya dan suasananya tidak tegang serta ini
membuat saya termotivasi dan bersemangat untuk menampilkan yang terbaik bagi
saya dan juga indonesia”. ujar jonatan.

Fajar & Rian Siap Tampil Di Semi Final Asian Games 2018

Fajar Alvian dan Muhammad Rian Ardianto merupakan ganda putra bulu tangkis
indonesia dalam asian games 2018 mengaku kalau mereka sangat percaya diri untuk
bertanding di babak semi final ganda putra bulu tangkis asian games 2018.

Di pertandingan selanjutnya Fajar dan Rian akan berhadapan dengan wakil bulu tangkis
dari china yang merupakan ganda putra unggulan kedua di asian games 2018, Li junhui
dan Liu yuchen. ganda putra indonesia ini berencana balas dendam atas kekalahan
mereka di pertemuan terakhirnya.

Fajar mengatakan kalau kami pernah kalah dengan mereka di indonesia Masters, namun
di asian games ini kami pasti berikan hasil yang terbaik dan memenangkan pertandingan
tersebut.

“Kami memiliki rencana untuk dapat megalahkan wakil dari china, rencana kami adalah
menyiapkan banyak bola di depan, agar lebih gampang untuk menyerang ke daerah
lawan”. ucap Rian.

Ganda putra china mendapatkan tiket semi final atas kemenangannya dengan mudah dari
wakil dari Sri lanka dengan perolehan skor akhir 21-12 dna juga 21.15, di laga tersebut
Sri Lanka jelas tampak mudah di kalahkan oleh china.

Semifinal ganda putra bulu tangkis asian games 2018 antara Fajar/Rian dengan Li
junhui/liu yuchen akan di gelar pada hari ini 27-08-2018 di Istora Senayan.

Selain ganda putra Fajar/Rian. Indonesia juga mempunyai satu wakil lagi di babak
semifinal yaitu Marcus/Kevin yang akan berhadapan dengan wakil dari Taiwan Lee
jhehuei/Lee yang.

Jonatan Christie Sempat Pasrah Sebelum Kalahkan Wakil China

Jonatan Christie merupakan pebulu tangkis tunggal putra indonesia mengaku sempat
pasrah saat melawan wakil dari China, Shi yuqi pada babak 32 besar tunggal putra
asian games 2018 yang di gelar di Istora Senayan.

Jonatan sempat menjalani pertandingan sengit dengan wakil dari china, namun
jonatan unggul dan berhasil mengalahkan Shi yuqi di Gim pertama dengan
perolehan skor 21-19.

Di Gim kedua Shi yuqi membalas kekalahannya dari jonatan, permainan shi yuqi
sangat cantik di gim kedua dan berhasil mengalahkan jonatan, akan tetapi jonatan
enggan menyerah dan terus berusaha keras, usaha dari jonatan tidak lah sia-sia
karena di gim ketiga ia berhasil menaklukan wakil dari china dengan skor 21-17.

Atas kemenangannya dari China, Jonatan berhasil masuk ke perempat fiinal tunggal
putra asian games 2018.

“Saya sudah sempat pasrah dengan hasil apapun yang akan di peroleh, dan saya
akui pebulu tangkis China memang sangat tangguh, namun saya terus berusaha dan
berjuang semaksimal mungkin untuk meraih hasil yang terbaik”. ujar jonatan setelah
selesai pertandingan.

Jonatan menilai kalau kunci dari keberhasilannya mengalahkan wakil dari China
adalah berkat stamina dan daya tahan tubuh yang baik. di pertandingan selanjutnya
saya juga harus berusaha lebih keras lagi untuk meraih kemenangan dan
mengharumkan bulu tangkis indonesia.

Kemenanga jonatan ini sekaligus membalas dendam atas kekalahan Anthony
Sinisuka Ginting dari Shi yuqi.

Peran Jokowi Di Final bulu tangkis Asian Games

Marcus fernandi gideon dan juga kevin sanjaya sukamuljo merupakan ganda putra
bulu tang yang mengikuti asian games 2018, mereka mengaku sebelum laga final bulu
tangkis asian games 2018, mereka berdua sempat bertemu dengan presiden Jokowi.

Kevin mengatakan kalau presiden jokowi berpesan kepada kami untuk bermain lepas
di partai final laga bulu tangkis nanti.

” Kami berdua sudah bertemu dengan bapak Presiden jokowi sebelumnya, beliau tidak
membebani apa-apa kepada kami, beliau ingin kami berdua bermain dengan lepas saat
laga final tersebut”. ujar kevin.

Di laga final tersebut kevin dan marcus berhasil menambah poin untuk indonesia,
mereka berhasil memenangkan laga final ganda putra dari china li junhui dan liu
yuchen dengan skor 21-17 dan 21-18.

Pada laga final tersebut di mulai, Presiden Jokowi tampak hadir langsung menyaksikan
pertandingan tersebut di Istora Senayan untuk ikut serta dalam mendukung Indonesia.

Marcus mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden Jokowi dan juga para
pendukung indonesia, terutama bagi yang hadir di Istora Senayan tersebut.

“Terima kasih atas semua dukungannya kepada kami, kami akan fokus bermain untuk
laga tersebut dan semoga kami/indonesia dapat memberikan yang terbaik”. Ujar
Marcus.

Jika Indonesia berhasil mengalahkan China di partai final bulu tangkis ini, maka
Indonesia meraih medali emas pertama dari cabang olah raga bulu tangkis.